- Pria bernama Zubastian Rachman menjual satu unit Honda Astrea Grand seharga Rp 80 juta.
Ia menjual motor keluaran 1991 tersebut kepada pria bernama Dany Rimawan.
Ditelusuri TribunSolo.com melalui akun Instagram pribadi pria yang akrab disapa Tian ini, terungkap awal mula ia menjual motornya.
Ternyata Tian awalnya memberi harga motor Astrea Rp 75 juta.
Berikut penawaran yang ditulis oleh Tian:
Astrea Grand 91 Merah hati,Full Original &Baru. Mesin, Sacis/Rangka, Body, Ban Original, samapai Tools kit/kunci" dibagasi lengkap semua (Tangan Pertama dari baru)
Seperti Baru keluar dari Dealer.
Kondisi 99% Baru & Original.
Ditunggu Pinangannya para Colector Atau PenCinta Astrea Grand 1991.
Rp. 75.000.000 Saja.
Unggahan tersebut menampilkan motor Astrea yang sedang dicuci.
Tian mengunggah video tersebut pada 19 Januari 2018.
Tak disangka, ada seorang warganet yang tertarik dengan penawarannya.
Akun tersebut awalnya bernama @dany_rimawan yang kini berganti menjadi @akhtar_nadhif.
Dany justru langsung berniat membeli motor tersebut seharga Rp 80 juta.
Tian sempat kembali memberi nego dengan tetap menjual motornya seharga Rp 75 juta.
Berikut percakapan keduanya:
akhtar_nadhif: Klo boleh 80 sy ambil om @zubastian.rachman
zubastian.rachman: Siaaappp oom @dany_rimawan , kalo bisa 75jt ajah,, langsung dikirim kerumah malam ini,, saya doain, oom dany cepat jadi Kapolri. Aaammmiinnnn,, yaaa ALLAH
Namun pada akhirnya, motor tersebut laku terjual Rp 80 juta.
Namun pada akhirnya, motor tersebut laku terjual Rp 80 juta.
TribunSolo.com melansir dari Kompas.com, Tian warga Bintaro, Tangerang Selatan, ini awalnya membeli motor hasil restorasi dari motor bekas.
Motor awalnya dibeli seharga Rp 3,4 juta dari seorang warga Tigaraksa, Tangerang, tiga bulan lalu.
Motor dibeli karena ia memang memiliki hob memodifikasi.
Tian kemudian mencari suku cadang asli Astrea Grand.
Satu per satu suku cadang diganti dengan yang baru.
Bagian motor yang tidak diganti hanya sasis.
Ia membeli semua suku cadang asli melalui toko online, bahkan ada yang dibeli dari Malaysia.
Total biaya yang ia keluarkan Rp 30 juta ditambah ongkos bongkar pasang sebesar Rp 1,5 juta.
Sementara itu, soal pelat warna putih yang ia pasang, sengaja hanya untuk gaya-gayaan.
Agar motor terkesan terlihat baru keluar dari diler. (TribunSolo.com/Noorchasanah A)