Gadis lokakarya, Nor Sakira Awee, 20, mengakui bahwa dia coba dipikat oleh hampir 100 orang pria.
Tak hanya itu saja ia juga menerima ratusan pesan cinta dari seluruh pria di penjuru negeri.
Dilansir dari KM.Online,Nor Sakira berasal dari Kampung Batangan, Marang menjadi viral .
setelah ceritanya 'bermain' dengan mesin yang terbit di surat kabar setempat pada 14 Oktober.
"Banyak yang mengirim pesan melalui akun media sosial saya termasuk Instagram, Facebook dan bahkan aplikasi telepon seperti WeChat.
"Meski lebih banyak dari sebelumnya, saya tidak menganggapnya .
sebagai gangguan karena saya juga suka berteman dengan semua orang dan terbuka dalam hal ini.
"Saya tidak punya masalah karena ada begitu banyak teman laki-laki sebagai teman wanita," katanya
Sebelumnya, Nor Sakira adalah satu dari 65 peserta Sertifikat Dua Tahap Penjualan Otomotif di Universal Center Education Traning Employment (UNICETE).
Kisah gadis itu viral di media sosial setelah keahliannya adalah memperbaiki kendaraan bersama dan mendapatkan.
Pujian netizen sampai seseorang bersedia menawarkan uang pengiriman RM20.000.
 
Menurutnya, dia tidak peduli bila pria dieksploitasi secara seksual karena mereka adalah hak mereka namun ada yang tidak sopan dan tidak menghormatinya.
Dia mengatakan bahwa dia tidak menyangka keterlibatannya di sektor otomotif akan mendapat banyak perhatian.
"Saya hanya melakukan apa yang saya suka dan ketertarikan, tapi menurut saya itu mendapat umpan balik positif dari masyarakat.
"Selain mengirim pesan untuk berkenalan, banyak juga memberi dorongan dan antusiasme.
Respon netizen dan orang secara tidak langsung membuat saya lebih termotivasi untuk terus maju di bidang otomotif ini, "katanya.
Dia mengatakan bahwa dia juga menerima beberapa pekerjaan paruh waktu di sebuah lokakarya termasuk sebuah perusahaan pelumas dengan menawarkan pekerjaan paruh waktu di pusat layanannya di Kampung Ladang.
"Karena saya masih belajar, saya perlu mendapat persetujuan dari banyak pihak, tapi juga untuk memastikan tidak mengganggu pembelajaran di UNICETE," katanya.