jenazah

Kita semua harus yakin jika setiap yang bernyawa tentu akan mati.
Entah itu manusia, hewan atau tumbuhan.
Karena semua ada masanya sendiri untuk hidup di dunia.
Khususnya bagi umat Islam, yakin jika setelah mati. Manusia akan hidup di alam lain yakni alam barzah atau alam kubur.
Karena itu, ketika seorang muslim meninggal akan dikuburkan secara Islam dan harus sesuai syariat.
Termasuk pembungkusan jenazah dengan kain kafan.
Selama ini, berkembang mitos di tengah masyrakat jika jenazah yang dikuburkan tali pocongnya tak dilepas maka arwahnya akan gentayangan.
jenazah
jenazah (Istimewa)
Dilansir dari Islampos, ternyata melepas tali pocong bagi jenazah memang baiknya dilakukan.
Merujuk dari kisah Nabi Muhammad melepas ikatan kain kafan dari jenazah Nu'aim bin Masud.
Diriwayatkan oleh Al Atsram dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Apabila kalian memasukan mayit kedalam lahad maka lepaslah ikatannya. ” (Markaz al Fatwa No. 57585).
Disamping itu Imam Ar-Romli dalam kitabnya yang berjudul Nihayatul Muhtaj menyampaikan,
"Apabila mayat telah diletakkan di kubur, jadi dilepaslah seluruh ikatan dari tubuhnya berharap nasib baik yang membebaskannya dari kesulitan di alam Barzah, karena itu, makruh hukumnya bilamana ada suatu hal yang mengikat sisi tubuh jenazah baik jenazah anak-anak ataupun jenazah dewasa,"
Berdasar pada kisah Imam Muslim diceritakan kalau ada seseorang pria jatuh dari onta lantas patah lehernya serta meninggal.
Ilustrasi
Ilustrasi ()
Rasulullah SAW juga bersabda yang berarti :
“Mandikanlah ia dengan air yang digabung dengan daun bidara, lalu kafani dengan ke-2 kain ihramnya, serta janganlah tutupi kepalanya, lantaran Allah akan membangkitkannya nantinya di hari kiamat dalam kondisi membaca Talbiyah (sedang mengerjakan haji). ”
Disamping itu terkait anggapan beberapa orang jika ikatan-ikatan tali kafan tak dilepaskan jadi mayat itu akan bangun lagi atau jadi pocong yaitu anggapan kurafat yang tidak mempunyai dasar hukum di dalam agama bahkan juga bertentangan dengan aqidah Islam.
Benarkah Arwah Gentayangan
DI lingkungan masyarakat sudah terkenal sekali dengan adanya roh gentayangan.
Mereka percaya bahwa orang yang sudah mati bisa hidup kembali berupa roh.
Mereka juga beranggapan bahwa orang yang matinya tidak wajar seperti bunuh diri ataupun di bunuh orang lain maka arwahnya penasaran.
Arwah tersebut akan meminta sesuatu agar arwahnya bisa tenang.
Namun, adakah arwah gentayangan dalam Islam?
Tentang arwah gentayangan atau hantu ini merupakan opini yang salah kaprah.
Bukan persoalan ada tidak orang yang telah diganggu oleh hantu tersebut, tetapi dalam hal mengalamatkan siapakah yang menakut-nakuti itu.
setan
setan ()
Memang ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya.
Seperti yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Nabi SAW bersabda, “Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: ‘Segerakanlah aku!’, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: ‘Celaka, akan kalian bawa kemana aku?’ Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur,” (HR. Bukhari).
Allah dalam Q.S Al Mukminum: 99-100 memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali ke dunia, kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Orang-orang kafir (roh jahat) terkurung dalam penjara alam kubur.
Ilustrasi manusia yang tidur diganggu setan
Ilustrasi manusia yang tidur diganggu setan (ist)
Dan pada ayat lain (Q.S Arrum :56), jadi tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam kubur) untuk bisa kembali ke dunia ini.
Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua, atau orang-orang saleh. Karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa, “Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah,” (HR. Bukhari Muslim).