Ada salah satu dari sebagian ulama� salaf yang sangat rindu ingin bertemu dengan Nabi Khidir as. Ia pun selalu berdoa pada Allah supaya mempertemukannya dengan Nabi Khidir sekali saja. Ia ingin Nabi Khidir mengajarkan kepadanya tentang perkara yang sangat penting di dunia ini. 


Pada suatu saat, Allah membukakan hijabnya sehingga ia bisa bertemu dengan Nabi Khidir. Karena tidak kuasa dapat rasa rindu yang membara, ia juga segera mengungkapkan permintaan hatinya pada Nabi Khidir �Wahai Abu Abbas  (Nabi Khidir), ajarkanlah saya sesuatu yang mana ketika aku mengucapkannya maka tertutuplah hati para makhluk  sehinggatidak  ada seorang pun yang tahu akan kebaikan dan keluasan agamaku! �. Kemudian Nabi Khidir mengjarkan sebuah doa kepadanya : 

????? ???? ??? ???? ???? ??? ??? ??????? ???? 
??????? ?? ????? ???? ??????? ?? ???? ???????? 

�Ya Allah, selimutlanlah kepadaku tebalnya tutup�Mu, selimutilah saya dengan kain hijab�Mu, jadilaknlah saya sebagai simpanan ghaib�Mu (Seorang yang tidak dikenal), dan halangilah diriku dari 
hati para makhluk�. 

Lalu Nabi Khidir pun menghilang entah kemana, dan ia pun tidak lagi rindu pada Nabi Khidir setelah pertemuan itu. Tetapi, ia selalu mengucapkan doa yang diajarkan Nabi Khidir kepadanya setiap hari. 


Serta diceritakan bahwa doanya sudah benar�benar terkabulkan, ia mendapatkan ujian hidup. Ia jadi seorang yang hina di mata orang lain, para orang kafir dhimmi menganggap rendah, bahkan kerap menyuruhnya untuk melakukan sesuatu untuk mereka, para anak�anak kecil mengolok�olok dan mempermainkannya. Tetapi, baginya satu kenikmatan yaitu bersih dan kuatnya hati didalam kehinaan dan menyamarkan diri dari pandangan orang lain. 


Ini yaitu keadaan para wali dan kekasih Allah, meski mereka rendah di hadapan manusia tetapi mulia di hadapan tuhannya. Sungguh tertipu untuk mereka yang mengaku sebagai ulama dan kyai, mereka terasa senang karena dihormati, mereka merasa nyaman karena terkenal, mereka terasa lega karena menjadi seorang yang ahli beribadah. Sesungguhnya kemuliaan itu jika mulia di hadapan Allah, orang yang mulia dihadapan makhluk belum tentu mulia di hadapan Allah. Radar Islam/ arjurohmah. blogspot. co. id